BLANTERORBITv101

perbedaan reseller dan dropship dan cara kerjanya

 

Apa perbedaan reseller dan dropship? Pertanyaan tersebut selalu terlintas di benak semua orang yang ingin menjalankan usaha di awal perjuangan mereka. Biasanya, kedua model bisnis tersebut dijalankan oleh mahasiswa ataupun mereka yang mau memulai usaha tapi memiliki modal minim ataupun bahkan tanpa modal alias 0 rupiah.

Secara umum keuntungan dari dua model bisnis tersebut adalah tak perlu menyediakan modal dan juga tak perlu menyediakan gudang untuk keperluan stok. Sebab, semua itu sudah ditanggung oleh pihak pemilik produk. Yang harus dilakukan menjadi seorang reseller atau dropshipper hanyalah menjualnya.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan reseller dan dropship? Temukan jawaban lebih lengkapnya di bawah ini!

  

Perbedaan Reseller dan Dropship

Reseller adalah sebuah model bisnis dimana penjual tidak harus mempunyai stok ketika bertransaksi dengan pelanggan. Namun seorang reseller harus sudah bekerjasama dengan pemiliki toko apabila ada pesanan datang. Dengan begitu, mereka bakal mendapatkan potongan harga tertentu karena sudah bekerja sama.

Seorang reseller akan membeli produk tersebut dengan harga yang telah ditentukan dan nantinya mereka akan jual lagi kepada pelanggan. Selisih harga tersebut menjadi profit yang menguntungkan bagi seorang reseller karena dia bisa menentukan sendiri berapakah harga produk yang harus diberikan.

Dropship adalah model bisnis dimana pihak ketiga bekerjasama dengan pemilik toko untuk menjualkan produk mereka. Namun, sang dropshipper tidak berhak untuk menentukan harga sebab sang pemilik produk yang akan melakukan pengiriman barang. Dengan kata lain, dropshipper hanya seorang perantara saja.

Keuntungan dropshipper ditentukan oleh sang pemilik toko berdasarkan harga produk. Dengan begitu, profit yang didapatkan mungkin tak sebesar dari reseller (tergantung dari kebijakan pemilik toko).

 

 Keuntungan Dropship dan Reseller

Setelah mengetahui perbedaaan dari reseller dan dropship, di bawah ini Paper.id akan menjelaskan apa saja keuntungan dari kedua jenis model bisnis tersebut.

Keuntungan Dropship

1.    Tak perlu pusing memikirkan stok produk karena semuanya diurus oleh pemilik produk.

2.    Tak perlu lagi memusingkan urusan pengemasan produk.

3.    Tidak ada kata rugi apabila produk tidak laku terjual.

4.    Bisa bekerja sama dengan banyak supplier sekaligus.

5.    Bebas dari catatan produk dan pembukuan

Itu dia beberapa keuntungan yang bisa dirasakan apabila kamu memiliki model bisnis dropship untuk memulai bisnis. Lantas, bagaimana dengan reseller?

Keuntungan Reseller

1.    Bisa menentukan harga jual sendiri.

2.    Bisa menjual langsung kepada teman ataupun di media sosial.

3.    Belajar untuk mengelola keuangan karena produk harus dibeli terlebih dahulu sebelum akhirnya dijual lagi kepada pelanggan.

4.    Tidak akan kena marah oleh pelanggan apabila produk tidak sesuai.

5.    Memahami produk yang dijual karena memegang produk fisiknya bukan hanya melihat dari sebuah gambar atau foto.

 

Mana yang Lebih Menguntungkan?

Singkatnya, reseller dan dropship merupakan model bisnis yang sama-sama menguntungkan. Tidak ada yang bisa dikategorikan paling menguntungkan sebab kedua model tersebut mempunyai resiko yang besar pula. Namun apabila melihat dari perkembangannya, dropship jauh lebih banyak dibandingkan reseller.

Hal tersebut terjadi karena seseorang tidak perlu mengelola stok untuk menjual produk. Yang mereka harus miliki hanyalah skill dalam menjual produk sehingga bisa mendapatkan profit yang maksimal. Dalam bisnis dropship, semakin banyak produk yang terjual akan berbanding lurus dengan pemasukkan yang didapatkan.

Kamu punya cerita pengalaman ketika menjalankan salah satu jenis model bisnis ini? Jika iya, coba share cerita kalian di kolom komentar yang tertera di bawah ini ya. Jika saat ini kamu masih mempunyai bisnis, kamu bisa menggunakan software invoice Paper.id yang gratis selamanya. Klik tombol di bawah!

 

 

Footnote: https://www.paper.id/blog/tips-dan-nasihat-umkm/perbedaan-reseller-dan-dropship/

 

 

 

 

Apa Arti Reseller, Dropship, dan Bagaimana Cara Kerjanya?

 

                Daftar Isi

1. Arti Reseller

2. Cara Kerja Reseller

3. Arti Dropship

4. Cara Kerja Dropship

 

Jadi dengan menjadi reseller, Kamu akan memiliki beberapa keuntungan, di antaranya:

  • Reseller tidak perlu membuat atau memproduksi barang sendiri.
  • Reseller tidak terbatas hanya memasarkan atau menjual satu produk saja.
  • Reseller dapat mengatur sendiri harga jual atau besarnya keuntungan yang ingin diambil.
  • Reseller terkadang bisa mendapat bonus, komisi, atau diskon dari supplier/distributor apabila menjualkan produk mereka dalam jumlah banyak.

Namun begitu, kekurangan dari sistem reseller yaitu:

  • Reseller harus menyediakan stok barang dalam jumlah banyak.
  • Karena reseller harus menyetok barang dalam jumlah yang tidak sedikit, tentu saja hal ini memerlukan ketersediaan tempat/memakan tempat yang besar atau luas.
  • Reseller membutuhkan modal (untuk membeli stok barang).

ADVERTISEMENT

Bagaimana, sekarang sudah semakin paham kan tentang arti dan cara kerja reseller?

3. Arti Dropship

Hingga di penghujung tahun 2019 ini, masih banyak kita jumpai orang yang tidak bisa membedakan istilah reseller dan dropship. Padahal kedua istilah ini berbeda.

Jika pada sistem reseller kita harus menyediakan stok barang, maka pada sistem dropship kita tidak perlu menyediakan stok barang. Berjualan menggunakan sistem dropship berarti kita hanya menjadi penghubung antara pembeli dengan penjual. Namun dropship tetap mendapat keuntungan dengan me-markup harga dari penjual.

Orang yang melakukan dropship disebut dropshipper. Berjualan dengan sistem dropship hanya membutuhkan foto-foto produk dan daftar harga produk. Singkatnya, dropship hanya berjualan dengan modal foto produk yang bagus dan menarik serta kuota internet/wifi.

4. Cara Kerja Dropship

Dropship yaitu memasarkan suatu produk yang ingin dijual dengan bermodalkan foto-foto, caption, kata-kata khas digital marketing atau copywriting yang bersifat persuasif dengan tujuan agar konsumen membeli produk tersebut lewat mereka.

Baca Juga

Setelah mendapatkan pembeli, dropshipper akan menghubungi penjual. Lalu penjual akan mengemas dan mengirimkan barang tersebut kepada pembeli.

Sebagai contoh…

Tiara membuat sebuah toko online yang menjual sepatu wanita dengan nama toko ‘TiaraShoes’. Ia berjualan dengan sistem dropship. Ia menghubungi sebuah toko sepatu bernama ‘TokoSepatuSukses’ dan membuat kesepakatan dropship dengan toko sepatu tersebut.

ADVERTISEMENT

Tiara menjatuhkan pilihan pada toko sepatu tersebut karena ia sudah mengetahui kualitas produk dan harga grosir di TokoSepatuSukses. Ini merupakan salah satu tips jika Kamu berminat berjualan online dengan sistem dropship.

1. Kamu harus memastikan produknya berkualitas (kamu sudah pernah membeli serta menggunakan sendiri produk tersebut).

2. Mintalah harga untuk dijual kembali.

Tiara meminta katalog foto-foto sepatu dari TokoSepatuSukses dan mempostingnya di toko pribadinya TiaraShoes. Ketika ada pembeli yang memesan sepatu di tokonya, Tiara langsung mem-forward order (pesanan) tersebut kepada TokoSepatuSukses. TokoSepatuSukses yang akan mengemas dan mengirimkan sepatu tersebut kepada pembeli dari toko TiaraShoes tadi.

Keuntungan sistem dropship antara lain adalah:

  • Dropship tidak membutuhkan modal sama sekali.
  • Dropship tidak memerlukan space atau ruang tempat penyimpanan barang sama sekali.
  • Dropship tidak perlu membuat atau memproduksi barang sendiri.
  • Dropship tidak terbatas hanya memasarkan atau menjual satu produk saja.

Sekarang Kamu sudah tahu kan, perbedaan arti antara reseller dan dropship? Semua orang tentu bisa menjadi reseller maupun dropship. Tidak sulit, bukan?

Mau menjadi reseller ataupun dropship, keputusannya ada di tanganmu. Tentunya kelebihan dan kekurangan dari kedua sistem tersebut dapat dijadikan pertimbangan.

Untuk Kamu yang siap menjadi reseller atau dropshipper tahun 2020, baca tips berikut: https://pluginongkoskirim.com/tips-jualan-online-di-tahun-2020/

Posted on 29 Nov 2019 By Nisa Husnainna